Candi · Magelang

Menguak Wisata Bersejarah Candi Ngawen

Satu abad lebih setelah ditemukan pada tahun 1864, Candi Ngawen masih kokoh berdiri hingga saat ini. Batuan penyusun candi yang tidak lengkap tidak membuat candi yang berlokasi di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah ini kehilangan pesona. Ia tetap tampil cantik memesona dengan bingkai pemandangan alam yang menyejukan mata. Candi Ngawen dikelilingi oleh persawahan yang identik dengan warna hijau yang membuatnya tampak segar dan berbaur dengan alam.

dok. pribadi
dok. pribadi

Candi Ngawen merupakan salah satu tempat wisata bersejarah di Magelang. Berdasarkan keterangan pada buku Pesona Alam dan Budaya Jogja, Candi Ngawen tersebut dibangun oleh dua dinasti. Dua dinasti tersebut adalah Dinasti Syailendra (Buddha) dan Dinasti Rakaipikatan (Hindu). Dibangunnya Candi Ngawen oleh dua dinasti berlatar belakang agama berbeda membuat candi tersebut disebut sebagai candi peralihan.

dok. pribadi
dok. pribadi || Bangunan candi utama terlengkap tampak depan.

Tidak sekedar disebut sebagai candi peralihan, Candi Ngawen pun memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Candi Ngawen berbentuk seperti candi-candi Hindu yang ramping. Namun, teras atau undak-undak di Candi Ngawen ini yang menandakan bahwa Candi Ngawen merupakan candi Buddha. Bentuk Candi Ngawen yang seperti candi agama Hindu mungkin dipengaruhi oleh akulturasi antara Buddha dan Hindu pada saat pembangunannya. Pasalnya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Candi Ngawen dibangun oleh dua dinasti dengan latar belakang agama yang berbeda.

Candi Ngawen memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dua candi lainnya yang lebih populer seperti Candi Borobudur dan Mendut. Sayangnya, Candi Ngawen bisa dikatakan kalah populer. Apabila ditinjau dari segi lokasi, Candi Ngawen memang terletak di tengah pedesaan dan tidak berada tepat di pinggir jalan raya utama. Candi Ngawen tersebut terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan. Jarak Candi Ngawen dari jalan raya utama lintas provinsi kurang lebih satu kilometer ke arah selatan. Berbeda dengan lokasi Candi Borobudur dan Candi Mendut yang terletak di jantung pariwisata Magelang.

dok. pribadi
dok. pribadi | Candi utama terlengkap tampak samping.
dok. pribadi | candi apit kedua
dok. pribadi | Bangunan candi apit kedua.
dok. pribadi | Candi utama dengan bebatuan tidak lengkap lagi.
dok. pribadi | Candi utama dengan bebatuan yang tidak lengkap lagi.

Selain lokasi Candi Ngawen yang berada di pedesaan, bila dibandingkan dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut ukuran Candi Ngawen terbilang lebih kecil. Candi Ngawen yang menghadap ke arah matahari terbit itu terdiri dari beberapa bangunan candi. Ada lima bangunan candi dengan rincian dua candi utama dan tiga candi apit. Candi utama merupakan bangunan candi kedua dan keempat, sementara candi apit merupakan tiga candi yang mengapit candi-candi utama. Sayangnya dari kelima bangunan candi tersebut hanya candi utama yang terletak nomor dua dari utara lah yang paling lengkap batuan penyusunnya. Sedangkan empat bangunan candi lainnya tampak tidak memiliki batuan penyusun yang lengkap. Meskipun banyak bangunan candi yang tidak memiliki batuan lengkap, tetapi Candi Ngawen tetap mengagumkan. Terlebih setelah pemugaran pada tahun 2011 silam, Candi Ngawen menjadi lebih asri, tertata, rapi, dan semakin memesona siapapun yang mengunjunginya.

dok. pribadi | patung Buddha di dalam ruangan bangunan candi utama.
dok. pribadi | Patung Buddha di dalam ruangan bangunan candi utama.

Seperti candi-candi yang lainnya, di Candi Ngawen juga terdapat patung Buddha. Patung Budha tersebut berada di bangunan candi utama di kompleks Candi Ngawen. Akan tetapi sejak awal penemuannya, patung Buddha di candi tersebut sudah tanpa kepala. Patung Buddha tanpa kepala diletakkan dalam bangunan candi utama kedua dari utara dan kedua dari selatan. Patung Buddha pada candi utama kedua dari utara berada di dalam ruangan dengan pintu terkunci. Selain terdapat patung Buddha, pada bangunan candi utama juga terdapat patung singa pada setiap sudut bangunannya. Patung singa tersebut dipahat dengan sangat detail sehingga setiap bagian tubuhnya tampak begitu jelas.

dok. pribadi | Patung singa di setiap sudut bangunan candi utama
dok. pribadi | Patung singa di setiap sudut bangunan candi utama.

Candi Ngawen memang tidak memiliki bentuk semegah Candi Borobudur dan Candi Mendut, tetapi Candi Ngawen tetap memiliki pesonanya sendiri. Saat ini Candi Ngawen belum begitu ramai oleh pengunjung sehingga suasananya masih bersih dan tenang. Bagi para wisatawan yang tertarik dengan wisata bersejarah, maka berkunjung ke Candi Ngawen merupakan pilihan yang tepat. Wisatawan tidak akan dikenakan biaya tiket masuk ke candi ini. Lalu Candi Ngawen buka setiap hari, tetapi petugas hanya bekerja pada hari Senin-Jumat. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu hanya dijaga oleh satpam. Oleh karena itu, bila Anda ingin tahu lebih banyak tentang Candi Ngawen sebaiknya Anda datang pada hari kerja sekitar pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB agar bisa bertanya berbagai hal tentang Candi Ngawen langsung kepada petugasnya.

dok. pribadi
dok. pribadi
Iklan

6 thoughts on “Menguak Wisata Bersejarah Candi Ngawen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s