Museum · Yogyakarta

Keramahan yang Mengesankan

Senyum tulus selalu menghiasi wajah para lelaki paruh baya berbaju batik itu. Senyum mereka merupakan simbol keramahan. Ketulusan yang terpancar dari sana seakan menjadi sesuatu yang tidak akan terlupakan. Bahkan rasanya tidak berlebihan bila menyebut senyum tulus mereka menentramkan dan menyejukan. Rasanya terik matahari pada Rabu (19/3) lalu seketika berkurang kala melihat wajah mereka. 

dok. pribadi | Tangga menuju Siti Hinggil
dok. pribadi | Tangga menuju Siti Hinggil

Dari sekian banyak hal menarik yang bisa ditemukan di Museum Keraton Yogyakarta salah satunya adalah para petugas museum tersebut. Dilihat dari cara berpakaian mereka, mereka mengenakan pakaian bermotif batik yang seragam. Selain berpakaian seragam, sikap mereka pun seragam. Mereka semua bersikap sangat ramah. Sikap itulah yang membuat para petugas tersebut seakan memiliki karakter tersendiri daripada petugas pada museum lainnya.

Sikap ramah itu mereka wujudkan melalui anggukan kepala yang disertai senyuman ketika pengunjung melihat ke arahnya. Lalu mereka juga tidak keberatan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari pengunjung sekalipun yang pengunjung tanyai bukan pemandu wisata. Para petugas itu juga tidak ragu menyapa mengucapkan selamat datang atau pun menawarkan bantuan untuk mengambilkan gambar. Semua petugas di museum ini baik yang bertugas menjaga loket, papan informasi, kebersihan, dan pemandu wisata semuanya bersikap sama ramahnya. Sungguh, para petugas Museum Kraton Yogyakarta ini melambangkan keramahan masyarakat Yogyakarta.

Di samping sikap ramahnya, petugas museum yang berperan sebagai pemandu wisata juga memiliki keunikan tersendiri dari pemandu wisata di tempat lain. Para pemandu wisata di Museum Keraton Yogyakarta ini rela dibayar seikhlasnya oleh pengunjung yang membutuhkan jasanya. Pengunjung yang memanfaatkan jasa mereka akan mengetahui sejarah, filosofi, fungsi, dan apa pun yang terkait bangunan kraton secara lebih mendalam. Inilah yang unik karena biasanya pemandu wisata mematok harga selangit, sedangkan di museum ini mereka rela dibayar seikhlasnya.

screen shot dari video pribadi | Mas Riya Tirta Arya Tamtama
screen shot dari video pribadi | Mas Riya Tirta Jaya Tamtama

Mas Riya Tirta Jaya Tamtama selaku petugas di museum ini mengatakan bahwa semua itu disebabkan oleh pihak Kraton Yogyakarta yang tidak ingin mencari keuntungan. Namun sebaliknya, pihak Kraton Yogyakarta justru ingin membuat museum ini menjadi tempat yang terbuka bagi umum sehingga antara rakyat dengan Kraton tidak berjarak. Oleh karena itu bila berkunjung ke museum ini lebih baik menyewa jasa pemandu wisata. Sikap ramah, ketulusan mereka memberikan berbagai informasi seputar kraton, dan kerelaan mereka dibayar seikhlasnya tidak akan mengecewakan. Selain itu Mas Riya Tirta Jaya Tamtama menambahkan bahwa apa pun yang ada di museum tersebut mengandung arti tersendiri. “Sebaiknya nyewa pemandu wisata agar bisa memahami semua yang ditemui di tempat ini dengan lengkap,” imbuhnya.

Melalui sedikit obrolan dengan Mas Riya Tirta Jaya Tamtama sekaligus mengamati para petugas lain di sini, saya pun dapat memastikan bahwa siapa pun yang pernah berkunjung ke museum ini akan senantiasa ingin kembali lagi. Para petugas di sini begitu ramah sehingga bisa membuat pengunjung merasa terkesan. Mereka menampilkan simbol keramahan yang benar-benar tak terlupakan.

Iklan

2 thoughts on “Keramahan yang Mengesankan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s