Kuliner · Malioboro · Yogyakarta

Perempuan Sepuh Penjual Pecel

Langit Yogyakarta, Selasa (25/3) siang lalu tak seterik biasanya. Di depan pintu masuk sekaligus pintu keluar Pasar Bringharjo, perempuan itu masih gesit menawarkan dagangannya kepada siapa pun yang melintas. Senyum sumringah simbol keramahan senantiasa selalu ia tunjukan. Jika beruntung, maka serombongan orang akan duduk di kursi yang ia sediakan. Kemudian, perempuan sepuh itu akan menawari menu makanan yang ia jual, “pakai nasi atau nggak? Pakai mie atau nggak?” kepada para calon pembelinya.

dok. pribadi | Mbah Cipta sedang menyajikan pecel.
dok. pribadi | Mbah Cipta sedang menyajikan pecel.

Perempuan itu bernama Cipta Wiyana. Usianya sudah tidak muda lagi. Keriput dan gigi yang tidak lengkap menjadi pertanda bahwa pengalaman hidupnya pasti sudah panjang. Ia mengaku saat ini telah berusia tujuh puluh tiga tahun. Usia yang sudah cukup renta untuknya bekerja. Namun bila diamati lebih lanjut, Mbah Cipta -demikian panggilannya- tampak tidak kalah gesit daripada pedagang lain yang umurnya jauh lebih muda. Terlebih senyum yang sering menghiasi raut wajahnya membuat siapapun merasa hangat dan begitu ramah.

Mbah Cipta memang menjadi pedagang pecel dengan usia paling tua di Pasar Bringharjo. Ia sudah menekuni profesinya tersebut lebih dari seperempat abad lalu. “Saya jualan di sini sudah dua puluh enam tahun,” tutur Mbah Cipta. Setiap harinya ia mulai membuka lapaknya dari pagi hingga siang. Pagi buka dari pukul enam atau tujuh pagi hingga pukul dua belas atau dua siang. Mbah Cipta juga menjelaskan jika ia akan membuka warung kaki lima pecelnya tersebut lebih pagi pada saat musim liburan. “Kalau hari libur buka jam enam pagi,” jelas Mbah Cipta. Sedangkan saat hari kerja Mbah Cipta mulai menggelar dagangannya jam tujuh pagi.

Perempuan asal Klaten ini bahkan saat ini sudah memiliki penerus untuk profesinya sebagai penjual pecel di Pasar Bringharjo. Salah satu putrinya juga berjualan bersamanya. Mereka sebenarnya menjual beraneka ragam makanan, hanya saja menu utamanya tetap pecel. Menu selain pecel biasanya adalah pelengkap saja. Sebagai contohnya adalah mie goreng, aneka sate, gorengan, dan lain sebagainya.

dok. Pribadi | Aneka sate
dok. Pribadi | Aneka sate
dok. pribadi | Pecel mie pesanan saya. Enak!
dok. pribadi | Pecel mie pesanan saya. Enak!

Menu-menu yang dijual oleh Mbah Cipta ini pun harganya cukup bersahabat. Perporsi pecelnya dijual mulai dari kisaran harga Rp. 5000,- hingga Rp. 10.000,-. Misalnya pecel mie, menu ini dijual dengan harga Rp. 8000,- per porsi. Pecel yang dijual oleh Mbah Cipta dan pedagang lain di pasar ini memang bisa dicampur dengan nasi, mie, atau pun lauk pauk lainnya. Pembeli leluasa memilih pecel dengan pelengkap sesuka hatinya. Oleh karena itu, tidak heran bila lapak para penjual pecel di Pasar Bringharjo sering terlihat ramai pembeli. Terlebih lagi sikap ramah juga ditunjukan oleh Mbah Cipta.

 

 

Iklan

13 thoughts on “Perempuan Sepuh Penjual Pecel

  1. Hooo… kok murah? Saya pernah bersantap pecel di depan Beringharjo dan ternyata mahal! Sampai belasan ribu rupiah. Alhasil, dalam benak saya depan Beringharjo itu kumpulan pecel termahal se-Jogja, hahaha.

    Suka

  2. semoga, dagangan mbah cipta selalu habis terjual dan semua keluarganya senang, karena makananya enak2 ;9 waaaah embak, ini pecelnya bikin aku ngilerrrr :9 hehehe

    Suka

      1. iya kaka, nggg …. itu yang bikin ngabita teh pecel mie nya 😮 di cilegon gada kaya gituan mbak 😀 hahahaha :9

        Suka

      2. iya mbak penegn banget, apalagi temen aku pada kuliah di jogja semua hehehe .. mbnantilah mbak, aku lagi menangguhkan suart perizinan sama ibuk negara (mamah) 😦 =))

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s