Uncategorized

Liburan Singkat di Pantai Jogan – Siung

Setelah melakukan liburan singkat berdua dengan Dhimas akhir tahun lalu, akhirnya pertengahan Mei kemarin kami kembali berlibur bersama. Liburan kami murah dan singkat. Berangkat pagi sekitar pukul 08.00 WIB dengan kendaraan roda dua dan pulang sampai kost-an sekitar pukul 18.00 WIB. Lagi dan lagi, destinasi wisata kami tak lain adalah pantai.

Saya harus bersyukur tinggal di Jogjakarta karena propinsi ini memiliki beragam destinasi wisata pantai yang ciamik. Apalagi Kabupaten Gunung Kidul-nya. Ada banyak pantai unik di sana. Mulai dari pantai berpasir putih, pantai dengan pemandangan seperti tanah lot, hingga pantai yang ada air terjunnya.

 

Pantai Jogan || dok. pribadi
Pantai Jogan || dok. pribadi

Pantai yang kami singgahi beberapa bulan yang lalu itu adalah Pantai Jogan dan Pantai Siung. Kedua pantai ini lokasinya saling berdekatan. Sesungguhnya kami tidak berencana mengunjungi Pantai Jogan. Namun karena melihat plang di jalan setelah kami menempuh perjalanan yang lumayan bikin pantat panas, akhirnya kami memutuskan mampir ke pantai ini. Hitung-hitung kami istirahat sejenak sebelum menuju Pantai Siung yang sudah kami rencanakan sebelumnya.

Untuk sampai di Pantai Jogan, kami harus melewati jalan kecil yang kanan kirinya kebun kosong seperti hutan. Jalan kecil itu adalah jalan satu-satunya dan hanya muat untuk satu kendaraan saja. Untungnya, saat kami melintas tidak berpapasan dengan kendaraan roda empat. Selain itu, jalan tersebut cukup mengocok perut karena tekstur dari jalannya memang tidak halus, melainkan kerikil yang kasar. Saya sempat merengek pada Dhimas untuk balik arah saja karena jalannya yang jelek. Tetapi Dhimas kekeuh dan ternyata jalan buruk itu tidak terlalu panjang. Mungkin hanya sekitar 700m saja.

Sesampainya di sana, suasana pantai ini nampak sepi. Hanya ada satu mobil dan tiga sepeda motor yang diparkir di area parkir mini. Saya sempat bingung mencari dimana pantainya karena suara deburan ombaknya cukup keras, tapi tidak ada hamparan pasir putih seperti pada pantai-pantai di Gunung Kidul umumnya.

Setelah berganti baju di toilet yang lokasinya persis di samping area parkir, kami langsung berjalan ke arah tebing. Tanpa di sangka, di sana ada banyak orang yang sedang duduk santai menikmati pemandangan ombak-ombak besar menghempas karang.

Ternyata Pantai Jogan ini berbeda dari pantai-pantai pada umumnya. Pantai ini merupakan pantai curam dengan tebing-tebing yang tinggi. Ombak di pantai ini pun tampak tinggi sekali. Lalu di salah satu dinding tebing tersebut merupakan air terjun. Saya baru tahu kenapa pantai ini diberi nama Pantai Jogan. Jogan berasal dari istilah bahasa Jawa, Grojogan yang berarti air terjun. Jadi, Pantai Jogan berarti pantai air terjun.

Ombak di Pantai Jogan || Dok. Pribadi
Ombak di Pantai Jogan || Dok. Pribadi
Air terjun di Pantai Jogan || Dok. Pribadi
Air terjun di Pantai Jogan || Dok. Pribadi

Selama berada di pantai ini, saya hanya bersantai di atas tebing. Saya tidak punya nyali untuk turun ke bawah setelah melihat besarnya ombak yang menghempas karang. Walau pun tidak menyentuh air laut di pantai ini, namun saya merasa senang karena pemandangannya yang bagus. Selain itu, pantai ini juga masih relatif lebih sepi daripada Pantai Siung yang kami kunjungi setelah ini. Di sini hanya ada satu warung makanan saja dan pengunjungnya juga tidak terlalu banyak.

Kemudian setelah kami puas istirahat dan menikmati pemandangan di Pantai Jogan, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Pantai Siung. Lokasi Pantai Siung lebih jauh sekitar 3km dari Pantai Jogan.

Ini merupakan kali kedua kunjungan saya ke Pantai Siung setelah kunjungan pertama pada 2012 silam. Dua tahun setelah kunjungan pertama, situasi di pantai ini sedikit banyak sudah berubah. Bukannya semakin senang, saya justru semakin sedih. Alasan saya sedih karena pantai ini kini semakin ramai dan semakin banyak pula pengunjung yang tidak sadar harus buang sampah pada tempatnya.

Namun di sisi lain, banyaknya pengunjung juga baik bagi masyarakat sekitar pantai tersebut. Semakin ramai pengunjung berarti semakin banyak perputaran uang di sini. Saya ingat, dua tahun lalu pedagang di pantai ini belum sebanyak sekarang. Hanya saja saya tetap berharap semakin banyak pengunjung tidak membuat pantai ini kian kumuh. Meskipun saya melihat beberapa orang membuang sampah sembarangan, tetapi sampah-sampah tersebut masih tergolong sedikit dan tidak terlalu mengurangi keindahan pemandangan serta kenyamanan pantai ini.

Batu karang di Pantai Siung || Dok. Pribadi
Batu karang di Pantai Siung || Dok. Pribadi

Oh iya, banyak orang yang pernah berkunjung ke pantai ini menyebut Pantai Siung adalah Tanah Lot-nya Jogja. Di pantai ini terdapat karang-karang seperti yang ada di Tanah Lot. Kemudian pasir putih dan perahu nelayan yang menepi menjadi pemandangan yang kian mempercantik pantai ini. Belum lagi air di Pantai Siung sangat jernih dan bersih. Saya betah menikmati semilir angin sambil menyeruput es kelapa muda bersama kekasih di sini.

Pedagang di Pantai Siung || Dok. Pribadi
Pedagang di Pantai Siung || Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Perahu nelayan di Pantai Siung || Dok. Pribadi
Perahu nelayan di Pantai Siung || Dok. Pribadi
Salah seorang pengunjung di Pantai Siung || Dok. Pribadi
Salah seorang pengunjung di Pantai Siung || Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Kami menikmati suasana pantai ini hingga pukul 15.00 WIB. Setelah itu, kami memutuskan untuk kembali ke Kota Jogja lagi. Sayang memang tidak menikmati sunset di sini. Tapi mau gimana lagi? Jalanan dari pantai ini sampai ke pusat kota Gunung Kidul cukup rawan bila malam hari. Selain jalanannya yang terjal, jalan-jalan yang kami lewati minim penerangan. Oleh karena itu, kami memilih pulang selagi matahari masih cerah bersinar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s