JEPANG

Winter in Japan

Perjalanan kali ini sebenarnya tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Semua terjadi begitu saja seperti magic. Perjalanan kali ini berawal dari dering telepon pada siang bolong di bulan Desember yang ternyata panggilan tersebut berasal dari salah satu dosen saya di kampus. Melalui panggilan yang hanya berdurasi beberapa detik itu, sang dosen memberi kabar yang sepertinya tidak berlebihan bila kusebut sebagai durian runtuh. Dia memberi kabar bahwa saya mendapat kesempatan exchange ke Jepang akhir Februari 2015. Saya sempat melongo sebab saya tak pernah sekalipun apply proposal exchange.

_MG_1102

Long story short, semua persiapan saya lakukan sendiri. Meskipun ini mandat dari kampus, tapi tetap saja semua keperluan dari mulai ngurus administrasi sampai biaya saku saya tanggung sendiri. Namun saya tetap bahagia atas kesempatan ini. Kapan lagi ikutan exchange tanpa seleksi yang bikin puyeng dan gratis? Kapan lagi menikmati winter di Jepang? Plus kapan lagi ke Jepang gratis karena semua biaya mulai dari pembuatan visa, tiket penerbangan Jogja-Jakarta, Jakarta-Jepang, hingga penginapan, makan, dan transportasi selama di Jepang sudah ditanggung panitia?

Semua itu membuat saya merasa worth to do some efforts dan akhirnya agenda exchange di Jepang tersebut sudah terlaksana. Sebelumnya, bisa dibilang saya tak pernah punya impian untuk bertandang ke negara ini. Mungkin karena saya memang bukan penggemar komik manga, penggemar segala hal tentang Jepang. Satu-satunya yang saya gemari dari negeri ini cuma makanannya. Oleh karena itu, ketertarikan saya untuk ke Jepang bisa dibilang sangat rendah.

Akan tetapi, semua berubah setelah saya merasakan winter di Jepang. Kurang lebih 9 hari tinggal di negeri sakura ini membuat saya mengaguminya. Saya yang sebelumnya tidak tertarik, tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama. Suasananya, udara dinginnya yang menusuk, hingga dahan-dahan pohon sakura yang seolah mati padahal sedang berhibernasi.

DSCF3337

_MG_1258DSCF3390

_MG_1222

Saya menyesal pernah meremehkan suasana di Jepang kala winter. Kupikir, keindahan Jepang hanyalah saat musim semi tiba dengan bunga-bunga sakura bermekaran. Ternyata, saat winter saja negara ini tetap tampak cantik dan mempesona. Malahan saya bersyukur datang kemari pada saat musim dingin. Entah mengapa saya benar-benar jatuh cinta dengan atmosfer winter di negara ini. Sayangnya, akhir Februari hingga awal Maret salju tak lagi turun. Meski demikian, saya tetap melihat keindahan kota-kota di Jepang kala musim dingin. Bunga-bunga musim dingin yang bermekaran, lalu lalang orang dengan coat yang menciptakan kesan penampilan modis dan rapi, hingga hawa dingin yang masih menusuk kulit sekalipun suhu udara sudah selalu di atas 0 derajat celcius.

DSCF3527

_MG_1188

Dari pengalaman menikmati musim dingin di negara ini, saya jadi sadar mengapa banyak orang  tetap semangat berlibur kemari sekalipun udara terasa dingin dan kering di kulit. Selain sedang low season, Jepang menawarkan musim dingin yang menakjubkan. Suatu saat nanti, saya pasti akan kembali ke negeri sakura ini untuk lebih lama lagi menikmati musim dinginnya. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s