JEPANG · KOBE

5 Days in Kobe

Ada banyak kota yang menarik di Jepang selain Tokyo, salah satunya Kobe. Sebelumnya, kota ini familiar di otak saya karena namanya yang sama dengan nama sebuah merk tepung bumbu instan. Barulah saat berkunjung ke Kobe pada akhir Februari lalu, saya baru tahu kalau Kota Kobe ternyata tak kalah menarik dengan kota besar lain di Jepang.

Kota Kobe
Kota Kobe

Tinggal selama 5 hari di Kobe membuat saya mendapatkan banyak pengalaman. Kota ini berbeda dengan Tokyo. Bila Tokyo terkenal dengan kota sibuk dimana sejauh mata memandang kita mendapati semua orang tampak seakan sedang terburu-buru, maka di kota ini orang-orang tampak lebih santai. Sekalipun mereka berjalan dengan cara yang sama -gerak cepat-, tetapi orang-orang di sini tampak lebih rileks. Mungkin ini hanya pendapat saya pribadi atau mungkin hal itu benar karena Tokyo dan Kobe memang memiliki fungsi yang berbeda. Tokyo merupakan pusat ekonomi yang sibuk di Jepang, mungkin itu alasan logisnya.

Kota Kobe dilihat dari Lantai 23 Gedung Pusat Pemerintah
Kota Kobe dengan bukitnya dilihat dari Lantai 23 Gedung Pusat Pemerintah
Pemandangan Kota Kobe dengan pantainya dilihat dari Gedung Pusat Pemerintah
Pemandangan Kota Kobe dengan pantainya dilihat dari lantai 23 Gedung Pusat Pemerintah

Selain berbeda dari sisi orang-orangnya, letak Kobe juga berbeda dengan Tokyo. Kota ini berada di cekungan antara lautan dengan perbukitan. Bila dilihat dari atas, saat kita menoleh ke satu sisi kita akan menemukan bukit sementara pada sisi yang lain kita akan menemukan lautan. Lalu sepanjang jalan di kota ini dihiasi oleh warna-warni bunga musi dingin. Saking indahnya, saya sempat girang sendiri. Bunga-bunga di sepanjang tepian jalan kota Kobe tampak seperti bunga artifisial, padahal bunga-bunga itu asli. Pemandangan inilah yang tidak saya dapatkan selama di Tokyo.

Di sekitar Sannomiya Shopping Center
Di sekitar Sannomiya Shopping Center

DSCF3635

_MG_1222

Tidak hanya suasana dan pemandangan yang memanjakan mata, di kota ini kita juga bisa mencari barang idaman di pusat perbelanjaan. Jadi, pusat perbelanjaan di Jepang tidak hanya Shibuya. Di negara ini, hampir setiap kota memiliki pusat perbelanjaan yang tak kalah lengkapnya. Misalnya, Sannomiya Shopping Center. Di sini, kita bisa menemukan produk-produk fashion branded mulai dari merk GAP hingga merk branded asli Jepang, Uniqlo. Harganya pun bisa dibilang lebih miring ketimbang di Indonesia. Belum lagi parade diskon yang mereka tawarkan.

Sannomiya SHopping Center
Sannomiya Shopping Center

Bagi yang tidak tertarik dengan produk fashion branded, di sini kita juga bisa menemukan produk-produk fashion lokal (Jepang) dengan kualitas yang tak perlu diragukan. Ada coat, sweater, kemeja, sepatu, hingga tas dengan model terkini. Kemudian selain produk fashion, ada juga produk-produk souvenir yang bisa kita jadikan oleh-oleh. Misalnya, magnet kulkas, lukisan, sapu tangan ala Jepang, dan masih banyak lainnya.

Bagi pecinta make up, di sini kita bisa menemukan toko khusus make up mulai dari merk internasional seperti The Body Shop, Revlon, Maybelline, Shiseido, hingga produk-produk lokal asli Jepang. Beberapa merk ada yang dipatok dengan harga lebih miring ketimbang di Indonesia, tetapi banyak pula yang lebih mahal. Namun pada umumnya merk-merk lokal Jepang dijual lebih murah.

Selain produk fashion, souvenir, dan kosmetik, di sini kita juga bisa menemukan produk-produk elektronik. Di Kobe, Sannomiya Shopping Center bisa diibaratkan seperti Shibuya. Ia merupakan Shibuya-nya Kobe.

Gerbang China Town
Gerbang China Town

Masih dekat dengan Sannomiya Shopping Center terdapat China Town. China Town ini berisi banyak penjual makanan seperti di kaki lima dan cafe-cafe dengan konsep oriental. Saat menjejakkan kaki di sini hidung kita akan dimanjakan dengan bau aneka masakan yang bisa membuat kita menelan ludah. Tapi bagi yang beragama islam seperti saya sebaiknya selalu waspada saat ingin menyicipi menu-menu di sini karena bisa-bisa kita makan daging babi tanpa sadar.

Selain wisata belanja, kota Kobe memiliki pantai yang bisa kita jadikan destinasi wisata. Tapi jangan kaget, pantai-pantai di sini tidak didesain sebagai destinasi wisata layaknya di Indonesia. Pada umumnya, Jepang lebih menawarkan wisata teknologi daripada wisata alam seperti di negara asal kita. Oleh karena itu, sepanjang pantai di Kobe pada umumnya dijadikan pusat industri seperti industri transportasi dan lain sebagainya. Meski demikian, kota ini tetap menarik karena hampir di setiap sudutnya tertata rapi sehingga memanjakan mata kita untuk menikmatinya.

_MG_1218

Bila esok hari diberi kesempatan lagi, saya pasti akan dengan senang hati untuk kembali menghabiskan waktu di Kobe. Sebab, tinggal selama 5 hari di sini masih jauh dari cukup. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s